PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Neurologi, Hematologi

Anemia Serebral

cerebral anemia

Ringkasan Singkat

Anemia serebral adalah kondisi di mana terjadi tingkat hemoglobin atau sel darah merah yang abnormal rendah dalam darah yang mencapai jaringan otak, yang dapat menyebabkan infark serebral.

Anemia serebral adalah kondisi medis yang mengacu pada suplai darah ke jaringan otak yang memiliki kadar hemoglobin atau sel darah merah di bawah normal. Hemoglobin dalam sel darah merah bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Ketika kadar oksigen yang diangkut ke otak tidak memadai, ini dapat memiliki konsekuensi serius. Salah satu komplikasi yang paling parah adalah infark serebral, yaitu kematian jaringan otak akibat kekurangan oksigen dan nutrisi yang parah dan berkepanjangan. Gejala anemia serebral bisa sangat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan area otak yang terkena, namun bisa meliputi pusing, kebingungan, gangguan kognitif, kelemahan, dan dalam kasus parah, stroke.

Diagnosis dan pengobatan penyebab anemia serebral sangat penting untuk mencegah kerusakan otak permanen.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Adams, H. P., Jr., & Victor, M. (2019). Principles of Neurology (11th ed.). McGraw-Hill Education.
  • American Psychological Association. (n.d.). APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/cerebral-anemia
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback